Kamis, 27 September 2012

Menghapus partisi linux dan memperbaiki bootingan windowsnya

     Hemmm, sebelum masuk ke dalam inti permasalahannya, seperti biasa gua pngen curhat dulu gan. heheeee. Kuliah di semester 3 ada mata kuliah yang mengharuskan menginstal linux di dalam PC sebagai langkah memperdalam tentang open source, untuk orang awam dalam open source seperti gua ini tentunya bakalan lebih susah untuk menggunakan os linux sepenuhnya, sehingga memilih untuk menggunakan 2 os dalam lepi gua.
       Jenjang semeser III telah usai, dan ketika menggunakan dual boot gua selalu merasa resah dan gelisah, di dalam pikiran gua sllu trpikir "aduh, sayang amat make os 2 tp cma satu yg dipake", tadinya emng ada niat buat memperdalam open source jg, tp krn bngung mau bljr ke siapa, link d sktar gua gk ada yg mendalaminya jg akhirnya gua putuskan untuk menghapus os linux tersebut dari lepi gua.
        Disinilah mulai masuk ke cerita yang sesuainya. Untuk newbie kaya gua ini, sungguh blm ada ilmu buat ngeuninstall linux di dalam satu hardisk yg dgunakan windows jg, selama satu hari sempat galau untuk nyari cara ngehapus itu. Akhirnya, dengan naluri ke sok tauan, gua mencoba menghapusnya dengan cara kaya gini:

Menghapus partisi linux

          Ketika masuk desktop dan ke disk management tentunya partisi untuk linux yg sebenarnya dlu kita buatnya dr windows tidak akan terbaca, jadi saya terinpirasi untuk menggunakan kaset windows 7 untuk membantunya. Setelah menyetel Bios, dan memilih dvd rom sebagai bootingan pertama dan masuk ke menu penginstalan windows 7, akan tampil partisi-partisi yg ada termasuk yg digunakan untuk linux. Pilih partisi linux dan format, setelah di format anda dapat menggabungkan kembali ke partisi c:, atau d:, atau lainnya.
            Setelah melakukan hal itu, jangan melanjutkan proses instal ulang windows (tentunya itu bukan tujuan kita disini). Keluar dari menu tersebut dan komputer akan merestart, setelah itu taraaaaaa anda pasti akan melihat sebuah pesan kesalahan yang menyinggung tentang GRUB?? bukankan grub itu bagian dr linux? sedangkan kita td udh ngapus  buat linuxnya. Santai aja gan, itu emng yg bkal trjadi klo lu ngapus prtisi linux dngan cara yg gua lakukan, soalnya pas kita menggunakan dual boot linux biasanya yg memegang kendali untuk boot managernya, jadi pas kita hapus, ada kslahan pd pengaturan bootingnya yg harus kita kembalikan lg ke windows.

Memperbaiki booting managar

          Pada langkah ini kita membutuhkan kaset windows 7 lagi gan, lakukan smpe proses munculnya menu isntall windows 7. Pilih menu repair, lalu pilih yg command prompt. Setelah tampil cmd ketikkan dua hal berikut:
  • bootrec/ fixmbr
  • bootrec/ fixboot
untuk penjelasannya lupa lagi, search di mbah juga pasti banyak penjelasanya kok. Setelah proses itu, restart kembali pc anda dan eing ing eng, windows anda sudah mulai starting up tuh.. hehe insyaalloh berhasil..

Rabu, 26 September 2012

Install ulang windows 7 menggunakan flashdisk

hemm, mungkin sudah banyak yang membuat artikel mengenai hal ini, akan tetapi gua cma mau berbagi pngalaman aja ini mah..
         Pertama-tama gua pngen curhat dikit nih, waktu itu gua sering install ulang kompi/lepi sendiri yang bawaan dasarnya udh ada cd/dvd romnya, jd gampang tinggal masukin kaset ... beres deh. Tetapi kesulitan gua temuin pas ada tmen yg mnta tlong buat nginstal ulang notebooknya yg notabene gk ada cd/dvd rom shingga harus make usb dvd/rom deh. Nyari ksna-ksni akhirnya dpet jg(bkn beli, tp minjem. hehee). Setelah itu, krn sringnya ada yg mnta tlong diinstal ulang, disitulah awal dr cerita yang akan ssuai dngan judul diatas.
            Penyebabnya sih sepele, krn terlalu sring mnjem lama-kelamaan proses pminjamannya mnjdi lbih sulit dan itu telah membangun gua untuk belajar pada mbah dari segala mbah (Mbah Google). Akhirnya dapet dan bisa diimplementasikan ke kasus yg gua alamin deh. 
Dari pada makin panjang curhatnya, langsung aja deh ke intisarinya. Solanya klo gua curhat bisa dbkin satu buku dan dijadikin kurikulum baru di tingkat SMA (gayus.com).

Langkah 1:

  • Sediakan flashdisk berukuran minimal 3Gb, jngan lupa pindahkan file penting yg ada terlebih dahulu, karena nantinya semua data di flashdisk akan dihapus.

Merubah Format flashdisk agar terbaca di BIOS dan saat Booting..

         Sebenarnya, banyak  hal yg bisa dilakukan untuk melakukan hal ini, ttpi disini gua milih cara yg memanfaatkan command prompt buat merubah format fd tersebut. Pertama-tama tentunya kita menjalankan cmd dengan cara tekan Windows + R, lalu ketik cmd, enter. Ketikan perintah-perintah berikut di cmd:
  • diskpart, enter. izinkan firewall u/ menjalankan aplikasi tersebut dan tunggu sampai cmd yg baru muncul dan ketikkan perintah-perintah selanjutnya di cmd yg baru muncul.
  • list disk, enter.

  • Akan muncul beberapa pilihan disk yg terbaca, cari yg mna spesifikasi dr fd anda, kalau ada di disk 1 maka ketikan perintah "select disk 1" (tanpa tanda petik).
  • Clean, enter.
  • Create partition primary, enter.
  • Sama halnya seperti langkah ke-3 kalau ada di partition 1 maka perintahnya select partition 1.
  • Active, enter.
  • Format fs = fat32, enter. Tunggu sampai proses memformat selesai (bisa ditinggal makan atau mandi, lumayan lama bro.)
  • Assign, enter.
  • Exit
Selesai sudah merubah format usb menggunakan cmd, terus??

Langkah 2:

          Karena ini menggunakan flashdisk, tetapi gak smata2 tidak membutuhkan cd/dvd rom bro. Itu semua tetep dibutuhin buat ngopy file os 7 dari kaset ke fd-nya, so bisa pnjem dlu lepi/kompi ke temen. hehee
  • Masukkan kaset windows 7,
  • Copy seluruh isi pada kaset ke flashdisk yg tadi telah di proses,
  • Restart notebook, dan masuk ke Bios.
  • masuk ke pengaturan booting, urutkan fd kita (harusnya terbaca) menjadi  bootingan yg pertama
  • Save setelean bios, dan lakukan install ulang seperti biasa.
Sekian deh dari artikel ini, semoga bisa membantu orang. hehe
#catatan: Setiap notebook melakukan restart, cabut terlebih dahulu fd kemudian pasangkan kembali ketika sampai ke proses instalan selanjutnya agar notebook tidak memproses ke bagian awal kembali.

  

Selasa, 25 September 2012

Perbedaan C dengan C++

Sekilas Perkembangan Bahasa C

          Bahasa C dikembangkan pada tahun 1972 di Bell Lab, ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie. Bahasa ini merupakan pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL(bukan Bunga Citra Lestari ya.. hehee). Bahasa C, pada awalnya dirancang  sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi unix. Bahasa inimempunyai beberapa kemampuan seperti membuat perangkat lunak, dBase, Word Star, dll.

Sekilas Tentang C++

           Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan "C with classes" yang awalnya disebut "a better c" dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di laboratorium Bell. Pada C++ ditambahkan konsep-konsepe baru seperti class dengan sifatnya yang object oriented programming(OOP), yang dimaksudkan untuk membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

Perbedaannya

          Bahasa C merupakan  bahasa pemrograman prosedural, dimana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut kedalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan karena C++ merupakan OOP untuk menyelesaikan masalah C++ melakukan langkah pertama untuk mendefinisikan class-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan melalui class.

Referensi: Frieyadi, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, Ani Oktarini. Modul Algoritma Pemrograman I.